Kembali lagi sobat Ge-No berjumpa dengan saya. Mohon dimaklumi ya post yang satu ini terlambat sekian bulan. Penyebabnya apalagi kalau bukan kesibukan di SMA yang tak terkira, yang saking sibuknya sampai lupa kalau punya blog hehehe. Okelah, tanpa basa basi mari kita saksikan cerita saya berikut ini. Btw sampai mana ya ?
Selasa, 27 Januari 2015
Hoam, saya terbangun pada pukul 01.05, tepat pada saat rombongan kami akan memasuki gerbang tol Cikampek (atau Cikopo ?) Karena memang masih dini hari, perjalanan tak begitu terganggu dengan kemacetan yang biasanya terjadi. Kalau kami di sini saat rush hour, waktu tiba di asrama sudah dipastikan molor. Asrama ? Yup, rencananya kami akan menginap di Asrama Haji Bekasi yang sering digunakan oleh jamaah haji tahunan selama 2 malam (atau bisa dibilang 1,5 malam).
Saya melihat ke luar jendela bus yang dingin, sejenak teringat oleh sebuah memory dari 5 tahun sebelumnya. Ada sebuah kejadian yang membuat saya tertawa dan khawatir sekaligus, di jalan tol ini. mungkin kapan-kapan saya akan menceritakan ingatan saya itu (kalau tidak lupa ya). Saya mengambil beberapa foto dengan kamera saya, meski hasilnya blur akibat minim cahaya.
| Jalan tol yang membangkitkan nostalgia. Sumber : dok pribadi |
| Mencari udara segar dan makanan. Sumber : dok pribadi |
![]() |
| Bus kami yang sedang beristirahat. Sumber : dok pribadi |
Dan akhirnya pada pukul 02.10 kami tiba di asrama haji. Saya dan kawan kawan begitu semangat membongkar kargo milik kami. Kami berencana untuk mengambil kunci kamar bawah yang masih dipegang guru panitia. Namun ternyata kamar lantai bawah hanya untuk cewek. Kami pun meminta kunci kamar di lantai dua. Naas, kelompok kami mendapat kamar yang agak terpisah dari rombongan SMP kami (berbeda lorong). Karena tidak ingin berdebat lagi, maka kami mengambil kunci itu meski timbul sedikit konflik dalam kelompok kami.
Kami mencoba membuka pintu kamar itu. Sedikit sulit dibuka, akhirnya bisa dibuka setelah didorong agak kencang (pikiran saya sudah lari ke mana mana). Mungkin karena sudah lama tak dibuka, hawanya lembab dan pengap. Kami putuskan membuka pintu lebar-lebar, untuk mencegah hal hal yang tidak diinginkan (huahaha). Nah, sekarang tibalah saatnya untuk beres beres. Kasur dikebut, kamar mandi dikuras dan disikat (Bayu bawa wipol ternyata). Jam menunjukkan pukul 03.20. Kami semua lelah, namun mau tidur rasanya nanggung. Akhirnya kami memutuskan untuk berkeliling asrama sambil menunggu adzan Subuh.
Berbekal jaket kami pun berjalan menuju pintu depan. Sangat sepi dan sedikit mencekam, hanya ada supir bus dan satpam yang sedang mengobrol di kejauhan. Kami dikagetkan dengan munculnya rekan kami yang lain. Rupanya mereka baru saja keluar mencari minimarket sekaligus mencari angin. Sempat terbesit ingin membeli minuman, namun setelah sadar dompet tertinggal di kamar, saya urungkan niat saya (malas hehehe). Kami terus berjalan mengelilingi hingga sampai di pojok lain asrama yang sangat gelap dan sepi. Tak mau terjadi hal yang macam-macam, kami berlari terbirit birit menuju masjid, meninggalkan Jahfal yang tersandung tangga.
Rupanya di sisi lain asrama ada SMP yang juga menginap di sini, dari Semarang pula. Namun sayangnya saya tak dapat mengonfirmasi SMP apa itu. Teman-teman saya seakan tak peduli dengan mereka. Sudahlah, waktu Subuh telah tiba, kami pun segera melaksanakan ibadah di masjid asrama. Setelah itu kami semua menyiapkan segala perlengkapan untuk perjalanan hari ini ke Jakarta.
~ Bersambung


0 comments:
Post a Comment
Terima kasih telah mengunjungi blog saya, silahkan berkomentar dengan sopan dan tidak menyinggung orang lain.