Apa kabar sobat Ge-No ? Lama tak jumpa, ya. Tak terasa sembilan bulan sudah berlalu sejak restorasi blog (pake kata restorasi biar keren). Dan dengan artikel WW2 : Insight kemarin, target saya untuk menulis di blog sebanyak 12 artikel per tahun tercapai. Karena ini masih bulan September, tidak menutup kemungkinan hingga Desember nanti akan ada beberapa artikel lagi. Nantikan artikel ya !
Sekarang, saya ingin menceritakan pengalaman saya sewaktu mengikuti karya wisata (atau study tour lah) saat masih menduduki kelas 8. Sebagian dari sobat Ge-No tentu sudah merasakannya, bukan ? Sedikit pembuka dari saya, saat kelas 8 dahulu, sekolah saya mengadakan karya wisata dengan rute Jakarta-Bogor-Bandung (cukup mainstream ya ?). Yah apapun rutenya, tujuan utamanya kan untuk mendapat ilmu yang baru, selain untuk bersenang-senang tentunya. So, please take a seat and happy reading !
Senin, 26 Januari 2015
Yup, acara karya wisata ini diadakan dari hari Senin, 26 Januari 2015 sampai Kamis, 29 Januari 2015. Mengapa ? Usut punya usut, ternyata sekolah sengaja mengatur waktunya agar bersamaan dengan Try Out UN kelas 9, yang juga berlangsung dari hari Senin hingga Kamis. Pretty efficient, isn't it ?
Di hari pemberangkatan ini kami diliburkan (hore), jadi kami bisa mempersiapkan perlengkapan kami selengkap-lengkapnya. Saya sendiri membawa sebuah tas ransel hitam besar untuk jajanan, notebook (ya, notebook !), charger, piring plastik, kantung plastik, dan lain sebagainya. Selain itu, saya juga membawa sebuah koper kecil bergambar Spider-Man yang bersejarah untuk menaruh baju. Mau tahu sejarahnya ? Nggak perlu ya kayaknya.
Singkat cerita, saya diantar oleh keluarga hingga ke sekolah. Terlihat banyak bis sudah berjejeran. Beberapa hari sebelumnya sudah dibentuk kelompok untuk menentukan kamar dan busnya, tentu saja tak boleh campur laki-laki dan perempuan ! Di kelompok saya ada Dirga, Bayo, Devano, Ghanny, Krisna, Safrizal, Surya, dan Jahfal. Kami semua mendapat bus nomor 4. Namun sebelum sempat menaruh tas dan pernak-pernik lainnya, kami semua disambar oleh Pak Bowo, guru kesiswaan kami. Kami diperintahkan untuk membawa seabreg dus A*ua dan jajanan lainnya. Kami langsung melakukannya tanpa membantah, beliau memang cukup disegani di sini.
Baiklah, semuanya sudah beres. Jam tangan menunjukkan pukul 14.20. Molor dari yang seharusnya berangkat jam 13.00 (oh Indonesia). Sejurus kemuadian mesin bus mulai menggeram, dan kami pun mulai berangkat. Saya melambaikan tangan ke arah ayah, ibu, dan adik saya yang berada di seberang jalan. Saya duduk bersama Dirga agak ke depan, sementara yang lain lebih memilih di belakang (mungkin lebih seru untuk hura-hura). Saya duduk di sisi jendela, menawarkan pemandangan yang indah, Dirga duduk di sisi yang lain, sedang membagikan A*ua ke teman-teman yang lain.
30 menit kemudian, kami melewati stasiun eh, Terminal Mangkang, batas barat Kota Semarang. Sejenak saya berdiri dan memandang teman-teman yang sedang asyik mengobrol, tertawa, makan, dan tertidur. Tiba-tiba muncul sebuah rasa yang aneh di dalam hati. Rasanya sulit untuk diekspresikan dalam kata-kata. Seperti kebahagiaan, tapi bukan. Rasa percaya diri, bukan. Entahlah apa itu, yang jelas saya sangat menikmati perjalanan ini.
| Penumpang bus 4 ! |
Pukul 17.30, kami melewati Kota Pemalang. Kota kelahiran ayah. Saya mengabari ibu lewat HP Lumia 520 yang saya sayangi itu. Perut saya mulai meronta, meminta makanan. Saya buka tas hitam yang tergeletak di lantai, dan saya ambil beberapa jajanan (baru jalan sudah habis). Akhirnya lapar dan dahaga saya menghilang setelah makan dan beristirahat di daerah Brebes sebelum tol Pejagan (gila nunggunya lama). Kami melaju melalui jalan tol yang diresmikan pada tahun 2009 oleh SBY itu. Tak terasa sudah jam 21.00. Puas makan dan melihat pemandangan tol yang membosankan membuat suara-suara udara yang dikeluarkan dari mulut mulai berdatangan. Saya pun demikian. Tak lama kemudian saya tertidur.
~ Bersambung

0 comments:
Post a Comment
Terima kasih telah mengunjungi blog saya, silahkan berkomentar dengan sopan dan tidak menyinggung orang lain.