Setelah sekian lama meninggalkan blog karena kegiatan di SMA yang sangat padat, akhirnya sempat juga saya "menyentuh" kembali blog kesayangan ini. Jika sebelumnya saya membahas PD II secara garis besar, kali ini saya akan memfokuskan bahasan pada kedua pihak yang berseteru. Silakan menikmati.
Seperti yang kita pelajari dari buku sejarah, atau mungkin menonton film, PD II melibatkan 2 pihak yang saling berseteru, Allied dan Axis, Sekutu dan Poros. Di pihak Sekutu ada Amerika Serikat, Uni Soviet, Inggris, Kanada, Perancis, dll. Sedangkan di pihak Poros ada Jerman, Jepang, Italia, Hungaria, Romania, Bulgaria, dll. Sekarang kita akan membahas Poros, khususnya saat dan setelah diratifikasinya Pakta Tripartit.
![]() |
| Kedutaan Jepang untuk Jerman mengibarkan 3 bendera negara penandatangan pakta Tripartit, September 1940. Sumber : Wikipedia.com |
Mulai 27 September 1940, perjanjian itu berlaku. Pakta Tripartit adalah perjanjian aliansi kemiliteran, antara Jerman, Jepang, dan Italia. Ditandatangani oleh Joachim von Ribbentrop dari Jerman, SaburÅ Kurusu dari Jepang, dan Galeazzo Ciano dari Italia. Lalu diikuti oleh Hungaria (20 November 1940), Romania (23 November 1940), Bulgaria (1 Maret 1941), dan Yugoslavia (25 Maret 1941). Untuk Yugoslavia, keanggotaan hanya berlangsung selama 2 hari sebelum dikudeta. Tindakan ini memaksa Hitler untuk menginvasi Yugoslavia.
Tujuan utama Poros ialah untuk menghancurkan hegemoni kapitalis barat dan melindungi peradaban dari komunisme.
Isi Pakta Tripartit :
- Pasal 1. Jepang mengakui dan menghormati kepemimpinan Jerman dan Italia dalam pembentukan tatanan baru di Eropa.
- Pasal 2. Jerman dan Italia mengakui dan menghormati kepemimpinan Jepang dalam pembentukan tatanan baru di Asia Timur Raya.
- Pasal 3. Jepang, Jerman, dan Italia setuju untuk bekerja sama dalam usaha mereka seperti yang disebutkan di atas. Mereka lebih jauh lagi berusaha menolong satu sama lainnya dalam semua bidang politik, ekonomi, dan militer, bila salah satu dari pihak yang menandatangani pakta diserang oleh negara yang sekarang ini tidak terlibat dalam Perang Eropa atau dalam konflik Jepang-Cina.
- Pasal 4. Untuk pelaksanaan pakta ini, komisi teknis bersama akan dibentuk segera oleh masing-masing Pemerintah Jepang, Jerman, dan Italia, tanpa ditunda-tunda.
- Pasal 5. Jepang, Jerman, dan Italia menegaskan bahwa perjanjian di atas tidak akan dalam bentuk apapun memengaruhi status politik yang sekarang antara salah satu Pihak Penandatangan Pakta dan Uni "Soviet".
- Pasal 6. Pakta ini berlaku segera setelah ditandatangani dan akan terus berlaku selama sepuluh tahun sejak berlakunya pakta ini. Sebelum pakta ini berakhir, pada saat yang tepat, Pihak Penandatangan Pakta, berdasarkan permintaan salah satu dari mereka, dapat meminta perundingan untuk pembaruan pakta ini.
![]() |
| Masuknya Bulgaria dalam pakta Tripartit. Sumber : Wikipedia.com |
Untuk sumber daya ekonomi dan manusia, pada 1938 Poros memiliki 259 juta penduduk, sedangkan Sekutu (tanpa Uni Soviet dan Amerika Serikat) memiliki 690 juta penduduk. Dengan kata lain rasio jumlah penduduk antara Poros dan Sekutu adalah 2.7:1. Sedangkan PDB total Poros pada puncaknya, yaitu tahun 1941 berjumlah 911 milyar dollar (1990). Di sisi lain PDB total Sekutu sebesar 1.798 milyar dollar. Amerika Serikat memiliki PDB lebih dari semua PDB Poros, 1.094 milyar dollar.
Pada masa puncaknya, Poros berhasil menguasai sebagian Eropa Barat dan Timur, Afrika Utara, Skandinavia, Asia Timur dan Tenggara, serta sebagian dari Pasifik sebelum hancur pada tahun 1945. Seperti halnya pada Sekutu, keanggotaan Poros pada kenyataannya fleksibel, dengan beberapa negara berganti pihak dan mengubah tingkat keterlibatannya selama perang.
![]() |
| Pakta Tripartit dalam versi Jepang. Sumber : Wikipedia.com |
Tidak seperti Sekutu, koordinasi dan kerjasama antara Jerman-Italia dan Jepang mengalami kesulitan akibat terpisah begitu jauh, dimana hanya ada sedikit kunjungan antar kedua pihak kecuali melalui Monsun Gruppe, armada kapal selam Jerman yang beroperasi di Pasifik dan Samudera Hindia (Insya Allah akan saya jelaskan lebih detil nantinya), dan melalui pesawat pengangkut jarak jauh melewati wilayah Uni Soviet dan Asia Tengah.
Di Eropa, Jerman-Italia lebih mudah dalam hal koordinasi. Hal ini dibuktikan dengan dikirimnya Afrika Korps yang dipimpin Erwin Rommel untuk membantu pasukan Italia yang kewalahan. Sedangkan Hungaria, Rumania, dan Bulgaria bertugas membantu Jerman menyerbu Uni Soviet, namun tidak terlalu sukses, sebab pasukan militernya tidak sekuat milik Jerman. Sebagian juga dimasukkan dalam pasukan partai multinasional, Waffen SS untuk menjaga wilayah Jerman di seantero Eropa.
Demikianlah episode WW2 : Insight yang kedua. Selanjutnya akan saya selingi dengan artikel tentang masa-masa SMP dan SD. Terimakasih atas perhatiannya,
Wassalamualaikum Wr. Wb.





0 comments:
Post a Comment
Terima kasih telah mengunjungi blog saya, silahkan berkomentar dengan sopan dan tidak menyinggung orang lain.