Assalamualaikum Wr. Wb.
Untuk kali ini, kita tunda dulu seri WW2 : Insight dan Karya Wisatanya ya hehehe .. Apa yang ingin saya bahas ini berkenaan dengan teknologi yang sedang panas-panasnya berkembang di dunia saat ini. Apalagi kalau bukan mobil listrik, kendaraan yang digadang-gadang sebagai salah satu solusi dari permasalahan klasik kita, polusi udara dan pemanasan global. Kedengarannya membosankan, bukan ? Sama, saya juga sempat merasa demikian. Tapi karena ini masalah krusial umat manusia, saya sangat bersemangat dalam membahas permasalahan ini.
Saya begitu termotivasi untuk membuat sebuah tulisan tentang mobil listrik karena saya melihat artikel yang dibuat oleh Tim Urban dalam websitenya waitbutwhy.com. Nah tulisan saya sendiri adalah translate-an ala kadarnya dan saya ringkas sebisa mungkin agar mudah dipahami hehe. Baiklah, selamat menikmati !
Sebelum kita menuju pengembangan mobil listrik, segala kelebihan dan kekurangannya, juga hal-hal yang lain, ada baiknya kita kembali ke masa lalu, ke sebuah masa di mana peradaban manusia baru berkembang secara cepat. Pada saat itu kita awalnya hanya menggunakan tenaga manusia, dan hewan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sebut saja pengiriman barang dari suatu tempat ke tempat yang lain, kalau tidak memakai kuda, ya pakai orang (hehe kejam). Contoh yang lain adalah saat mengolah bahan mentah, kita juga masih mengandalkan kekuatan manusia. Namun dalam seketika, peradaban berubah.
Manusia mengetahui cara menggabungkan kekuatan api dan air. Sebelumnya manusia telah menguasai dengan betul teknik memanipulasi api, yang sudah dimulai sejak zaman prasejarah. Meskipun demikian, manusia merasa masih belum dapat memaksimalkan kekuatan ini. "Seharusnya ada cara yang membuat kita dapat menguasai lebih jauh kekuatan misterius ini," kata seorang tak dikenal di zaman pertengahan. Maka percobaan demi percobaan, penemuan demi penemuan mengantarkan manusia pada sebuah mahakarya : mesin uap.
Akhirnya pada tahun 1781, sejak James Watt mematenkan karyanya, sebuah mesin uap yang dapat bekerja secara terus menerus dan efisien secara ekonomi, manusia melangkah kepada peradaban yang lebih tinggi, berbeda dari yang sebelumnya yang hanya memanipulasi manusia dan hewan (menyedihkan).
Mesin Uap
Sebelum kita melaju lebih jauh, ada baiknya kita membahas terlebih dahulu apa mesin uap itu. Pada dasarnya, mesin uap atau yang dikenal dalam bahasa Inggris sebagai Steam engine, adalah sebuah mesin kalor-mesin yang mengonversi energi kalor, atau kimia menjadi energi mekanik atau gerak--yang menggunakan uap sebagai penggerak mekanisnya. Mesin uap memiliki 2 komponen utama, yaitu boiler dan unit motor. Boiler adalah tempat mendidihkan air menjadi uap yang kemudian disalurkan ke unit motor. Unit motor sendiri ialah bagian yang akan digerakkan oleh uap air tersebut, yang dapat berupa piston atau bilah turbin. Adapun komponen tambahan adalah sistem pendingin, yang mendinginkan uap sisa yang dinilai dapat membahayakan bila tidak didinginkan dahulu.
Nah, kira kira seperti itu cara kerja sebuah mesin uap. Uap air bisa kita dapatkan dengan cara membakar kayu untuk memanaskan air. Pada awal masa pengembangannya, manusia masih menggunakan kayu sebagai sarana utama, sebelum beralih ke batu bara yang akan kita bahas di bagian berikutnya. Secara singkat, mesin inilah yang mengantarkan umat manusia kepada perubahan yang cukup signifikan. Dan dengan kemampuan baru ini, manusia dapat mengantarkan lebih banyak barang pada jarak yang lebih jauh dengan efisien. Hal ini memicu revolusi industri di Eropa, yang pada akhirnya menyebabkan perkembangan teknologi semakin cepat hingga menembus awan.
Revolusi industri menyebabkan kebutuhan kayu bakar menjadi tak terkendali. Akhirnya manusia beralih ke batu bara yang "lebih efisien". Hal ini mengakibatkan penambangan besar-besaran yang bermula di daerah Inggris, Eropa, kemudian menyebar ke Amerika yang sedang dalam tahap pembangunan besar-besaran. Seiring manusia menggali batu bara, mereka juga menemukan sesuatu yang dinamakan gas alam dan minyak bumi. Apa yang dipikirkan oleh manusia pada saat itu ? Tentu saja mengambil semuanya !
Seperti halnya teknologi mesin uap, revolusi listrik ada berkat kerja keras dan kolaborasi puluhan inovator dan ilmuwan sepanjang abad ke-19. Pada tahun 1880-an akhirnya teknologi listrik sudah cukup maju untuk diaplikasikan pada masyarakat. Listrik memungkinkan manusia untuk mengubah kekuatan api menjadi sesuatu yang dapat dikontrol, melalui perantara mesin uap tentunya. Listrik juga mewujudkan apa yang sebelumnya dirasa sulit--penerangan yang konstan dan hemat--yaitu lampu bohlam.
Dan pada waktu yang bersamaan, revolusi juga terjadi di bidang yang lain. "Kekuatan api" sejak saat itu memberi tenaga pada kereta, kapal, pabrik, dan bahkan listrik kita, namun alat transportasi individual masih menggunakan tenaga rumput (kuda). Kita berpikir kita bisa melakukan yang lebih baik lagi. Kita tahu, kuda biasa akan sangat marah jika kita mencoba menggunakan tenaga api padanya. Namun yang namanya manusia tak pernah berhenti berinovasi, beberapa dekade kemudian, jalanan dikuasai oleh kuda baja yang bernafaskan api.
~ Bersambung
Tuesday, December 6, 2016
Blog Archive
Popular Posts
Pageviews
Categories
- About Me (2)
- Games (1)
- History (2)
- Lain-lain (3)
- School (4)
- Tulisan umum (1)
- WW2 : Insight (3)
About Me
Followers
Translate
Powered by Blogger.
Copyright ©
Gedanken-note | Powered by Blogger
Design by Flythemes | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com

