Apa kabar
Jakarta?
Jakarta, kota sejuta kesibukan, penuh
hiruk pikuk. Bagaimana kabarmu sekarang?
Bukan rahasia lagi jika kota
Jakarta adalah sebuah ibu kota yang penuh dengan warna dan pesona. Memiliki
sejarah yang kuat dalam jatuh bangunnya Nusantara, kota ini mengundang
perhatian begitu banyak manusia, baik dari Nusantara sendiri maupun
mancanegara. Yang menarik hati, tentu saja lokasinya yang strategis. Terletak
di sisi utara Jawa tetapi tak begitu jauh dengan lalu lintas perdagangan dunia
– Selat Malaka – serta menjadi pintu masuk utama menuju tanah Jawa yang begitu
subur.
Sayangnya, seiring dengan
perkembangan zaman yang tidak pernah berhenti, kota ini tidak bisa
menyembunyikan kerentaannya. Beragam masalah telah menjadi asupan rutin para
penghuninya. Sebut saja banjir kambuhan, kemacetan yang mengular hingga
menggigit ekornya sendiri, sampah yang membukit dan menggunung, polusi yang
tiada tara bandingannya, kepadatan penduduk yang mengkhawatirkan, dan masih
banyak lagi.
Mari tengok sejenak catatan mengenai
kota tercinta ini. Dengan 10.374.235[1] jiwa dalam area seluas
661,52 km2, Jakarta menjadi kota terpadat di Indonesia dengan
kepadatan 15.682 penduduk/km2. Hal ini sudah tentu berbanding lurus
dengan jumlah kendaraan bermotor yang mencapai 18.006.404 unit pada tahun 2016
yang termasuk di dalamnya adalah sepeda motor, mobil, bus, dan kendaraan
lainnya.[2] Sementara di sisi kebersihan, pada tahun 2018 TPST
Bantargebang menerima sampah dengan jumlah 2.454.318 ton.[3] Banyak
sekali bukan?
Dan sebenarnya masih banyak lagi
kondisi terkini Jakarta yang mengkhawatirkan. Laju penurunan tanah, misalnya.
Saat ini saja sudah ada permukiman yang berada di bawah permukaan air laut dan akan
semakin menurun tanahnya. Yang juga sedang panas-panasnya adalah isu polusi
udara Jakarta yang sangat buruk. Dalam pengukuran melalui beragam sensor di
seputar Jakarta bulan Juni-Juli 2019, banyak dijumpai angka USAQI (Air Quality
Index) antara 100-270. Padahal indeks udara di atas 100 sudah termasuk tidak
sehat bagi sebagian penduduk, apalagi di atas 200 yang saat ini tidak jarang
ditemukan.[4]
Ke mana kita akan melangkah?
Dengan kondisi sedemikian rupa yang
dialami oleh Jakarta, tentu Pemerintah memikirkan solusi yang tepat untuk
mengurangi masalah yang ada atau beban yang ditanggung oleh Jakarta. Saya pun
berpendapat bahwa perlu ada kebijakan strategis yang diambil oleh Pemerintah.
Pemindahan status ibu kota dari Jakarta sebagai salah satu kebijakan strategis
itu mungkin saja bisa berdampak positif bagi Jakarta dan daerah yang akan
dijadikan ibu kota baru.
Kini, pemerintahan Jokowi pun
sedang mematangkan wacana yang sebenarnya sudah bergulir semenjak masa
pemerintahan Sukarno.[5] Berdasarkan berita terkini, Presiden Jokowi
telah mengerucutkan pilihan lokasi calon ibu kota baru menjadi Kalimantan
Tengah, Kalimantan Selatan, atau Kalimantan Timur.[6] Bappenas pun
telah bergerak untuk menyiapkan eksekusi dari rencana besar ini. Wacana ini sedikit
demi sedikit mulai menjadi kenyataan.
Ada beberapa dampak positif yang
bisa didapat oleh Indonesia dengan pemindahan ibu kota dari Jakarta. Namun kita
perlu memertimbangkan kondisi geografis terlebih dahulu. Jakarta saat ini
adalah sebuah kota pantai, kota pesisir. Sedangkan calon ibu kota yang baru
diduga berada jauh di tengah daratan Kalimatan, suatu perbedaan yang menarik.
Bila kita melihat sejarah, ada Brazil yang pada tahun 1960 telah sukses
memindahkan ibu kotanya dari Rio de Janeiro yang berada di daerah pesisir
menuju Brasilia yang berada di pedalaman Amazon.
Pemindahan ibu kota Brazil menuju
Brasilia mampu menggerakkan ekonomi daerah pedalaman Brazil yang pada saat itu
sangat timpang dengan daerah pesisirnya, sekaligus mengurangi beban kota
pesisir yang sudah terlampau padat. Manfaat lainnya adalah ketahanan terhadap
bencana alam yang datang dari Samudera Atlantik. Jika kita bisa meniru langkah
Brazil dalam memindahkan ibu kotanya, bukankah akan menjadi satu kemajuan bagi
bangsa Indonesia? Kalimantan akan menjadi poros ekonomi baru yang mendukung
pulau Jawa yang sudah tergolong masif.
Bisa dibayangkan pertumbuhan
ekonomi dari daerah yang masih memiliki banyak sekali potensi seperti
Kalimantan – dengan catatan didampingi oleh perbaikan birokrasi dan penegakan
hukum – akan berpengaruh besar bagi ekonomi Indonesia dalam beberapa dekade ke
depan. Namun catatan yang saya sebutkan di atas perlu dicermati, sekali lagi. Selama
ini Kalimantan mengalami deforestasi yang mengerikan,[7] antara 2000
dan 2017 terjadi kehilangan 6,04 juta hektar atau sekitar 14% dari total hutan
di Kalimantan. Dengan alasan ini, pembangunan ibu kota baru harus sangat
memperhatikan kelestarian hutan yang sudah ada dan bukan justru mempercepat
laju deforestasi.
Persiapan sosial budaya juga perlu
diperhatikan. Dikabarkan akan ada sekitar satu juta PNS yang ikut dipindahkan
ke ibu kota baru, belum termasuk dengan keluarganya.[8] Migrasi
semasif ini pastinya akan menimbulkan dampak sosial yang signifikan, baik bagi
PNS maupun warga Kalimatan. Pemerintah harus mencari cara agar pemindahan dapat
dilakukan dengan gesekan seminimal mungkin. Tidak perlu lagi ada konflik
horizontal yang merusak persatuan bangsa.
Pesanku pada ibu kota
Di mana pun engkau berada nantinya,
engkau harus menjadi semangat baru, pendorong baru untuk mencapai cita-cita
bangsa yang telah tertuang dalam Pembukaan UUD. Engkau harus menjadi bukti
bahwa Indonesia pun bisa mengikuti bangsa lain yang telah berhasil. Jadilah
saksi zaman keemasan kita, yang telah kita dambakan sejak lama. Kita semua
berharap. Aku pun demikian. Selalu.
- "Statistik
Daerah Provinsi DKI Jakarta 2017". BPS DKI Jakarta. Diakses
tanggal 11 Agustus 2019.
- “Statistik Transportasi DKI Jakarta 2018”. BPS DKI Jakarta. Diakses tanggal 12 Agustus 2019.
- “Data Timbangan Sampah di Tempat Pembuangan Sampah Terakhir (TPST) Bantargebang Tahun 2018”. Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta. Diakses tanggal 12 Agustus 2019.
- "Air Quality Index (AQI) - A Guide to Air Quality and Your Health". US EPA. Diakses 12 Agustus 2019.
- https://nasional.kompas.com/read/2019/04/30/18544621/wacana-pemindahan-ibu-kota-pada-era-soekarno-dan-sebelumnya?page=all
- https://www.tribunnews.com/nasional/2019/08/17/5-pernyataan-penting-presiden-jokowi-soal-pemindahan-ibu-kota-di-kalimantan-kota-mana-yang-dipilih
- https://www.cifor.org/library/7116
- https://www.liputan6.com/bisnis/read/4025309/1-juta-pns-bakal-ikut-pindah-ke-ibu-kota-baru?utm_expid=.9Z4i5ypGQeGiS7w9arwTvQ.0&utm_referrer=https%3A%2F%2Fwww.google.com%2F

