Assalamualaikum Wr. Wb.
Seperti yang kita ketahui, Perang Dunia Kedua adalah perang terbesar di dunia hingga saat ini, melibatkan puluhan negara di hampir seluruh benua, terutama di Asia Pasifik dan Eropa. Perang kolosal ini mengakibatkan jatuhnya puluhan juta jiwa dari 100 juta orang yang terlibat -meski masih diperdebatkan jumlah tepatnya- dan perubahan kekuatan di Eropa dan Asia Pasifik. Skala pertempuran dan kehancuran yang masif menjadi ciri khas nya, dengan 2 sisi yaitu Sekutu dan Poros.
Sebelum bisa masuk ke dalam PD2, kita harus membahas Perang Sipil Spanyol, yang "disponsori" 2 negara besar yang terlibat dalam PD2, Jerman dan Uni Soviet. Jerman yang mendukung kubu pemberontak Nasionalis yang dipimpin Jenderal Francisco Franco melawan kubu Republik yang didukung Uni Soviet, yang dimulai pada tahun 1936 dan berakhir pada 1939, dimenangkan oleh kubu Nasionalis. Jerman yang menyadari bahwa Inggris dan Perancis tidak akan mengintervensi memanfaatkan perang itu sebagai medan latihan militer mereka, yang membuat pasukan Jerman adalah pasukan yang paling terlatih dan modern pada saat itu.
Kembali ke depan, sebenarnya Kekaisaran Jepang sudah memulai perang dengan Republik China pada tahun 1937, namun secara umum perang dimulai sejak 1 September 1939 saat Jerman menginvasi Polandia dengan Fall Weiss (Kasus Putih), yang dilanjutkan deklarasi perang oleh Inggris dan Perancis dua hari kemudian. 17 September 1939 Uni Soviet menginvasi Polandia. Polandia menghilang dari peta dunia. 30 November, Perang Musim Dingin antara Finlandia dan Uni Soviet dimulai. Invasi Uni Soviet berhasil dipatahkan oleh tentara Finlandia yang memiliki peralatan terbatas.
9 April 1940, invasi Jerman ke Norwegia dan Denmark dimulai. Operasi ini dimenangkan oleh Jerman hanya dalam waktu 2 bulan di Norwegia, dan 6 jam di Denmark. 10 Mei, Operasi Fall Gelb (Kasus Kuning) berlangsung. Pertahanan Maginot Line yang dibangun dengan susah payah oleh Perancis dan pasukan gabungan Perancis dan Inggris seakan tidak berguna melawan Jerman ketika pasukan tank mereka menembus hutan Ardennes dan memotong pasukan Sekutu. Setelah itu Operasi Fall Rot (Kasus Merah) diluncurkan. Tak lama kemudian Paris sudah dalam genggaman Jerman. Inggris menjadi benteng terakhir Sekutu di front barat.
10 Juni, pertempuran membara di langit Inggris. RAF melawan Luftwaffe. Inggris berhasil menghalau serangan udara Jerman dan mengamankan langitnya, setidaknya hingga rudal V-1 dan V-2 menyerbu. 28 Oktober, Italia menginvasi Yunani melalui Albania (kerajaan yang di serang Italia sebelumnya pada April 1939) namun mengalami kegagalan hingga Jerman harus turun tangan untuk membantu. Operasi yang dibantu oleh Bulgaria ini berujung kesuksesan bagi Poros.
Beralih ke Afrika, pada 9 September Italia melancarkan serangan kepada pasukan Inggris di Mesir. Operasi ini tidak begitu membuahkan hasil. Sebaliknya, dalam Operasi Kompas pada Desember 1940 pasukan Persemakmuran justru berhasil menghancurkan Balatentara Ke-10 Italia yang membuat Adolf Hitler mengirimkan Afrika Korps yang dipimpin oleh Generalfeldmarschall Erwin Romel "Sang Rubah Gurun", membuat nafas Italia sedikit lebih lega. Selama 2 tahun setelahnya, terdapat beberapa pertempuran yang menegangkan, namun semua itu tak sebanding dengan Pertempuran El Alamein Kedua yang merupakan titik balik Front Afrika dan mengakhiri inisiatif perang Poros. Semuanya berakhir ketika pasukan Poros yang terkepung di Tunisia menyerah pada 13 Mei 1943.
Kembali ke Eropa, kita akan membicarakan invasi terbesar dalam sejarah umat manusia, Unternehmen Barbarossa (Operasi Barbarossa). 3.8 juta prajurit, 3.350 tank, 2.770 pesawat, dan 7.200 buah artileri dikerahkan Jerman dalam operasi yang melanggar pakta non agresi ini. Dalam waktu beberapa bulan saja semenjak 22 Juni 1941, pasukan Jerman hanya berjarak beberapa puluh kilometer saja dari Moskow, ibukota Uni Soviet. Meski begitu, pasukan Jerman sudah terlambat. Soviet berhasil mengumpulkan pasukan dan telah menyiapkan pertahanan berlapis. Musim dingin yang ganas akan tiba, yang akan menghentikan serangan Jerman, untuk sementara.
7 Desember 1941, Angkatan Laut Jepang menyerang Pearl Harbor tanpa deklarasi perang. Ribuan prajurit Amerika yang tidak siap gugur saat menghadapi armada Jepang. Rakyat Amerika dilanda amarah, Amerika masuk ke dalam perang dan usaha Poros untuk menang menjadi jauh lebih sulit. Selain menyerang Pearl Harbor, Jepang juga menginvasi Asia Tenggara. Pada 15 Februari 1942, pasukan Inggris di Singapura menyerah pada Jepang. Dan pada 9 Maret, Belanda menyerah tanpa syarat pada Jepang dalam Perjanjian Linggarjati.
Jerman kembali memanaskan mesinnya pada 28 Juni 1942, dimana Fall Blau (Kasus Biru) atau Operasi Braunschweig dimulai dengan target daerah kaya minyak Baku, Azerbaijan. Pada awalnya operasi ini mampu mendesak Soviet hingga Pegunungan Kaukasus, hingga pasukan Jerman terhenti di Stalingrad. Dan pada musim dingin 1942, Uni Soviet menutup kemungkinan Poros untuk menang di Front Timur dengan Operasi Uranus dan Little Saturn, mengepung lebih dari 600.000 tentara Jerman di Stalingrad. Meski demikian, masih harus menunggu 1 setengah tahun lagi untuk melihat kekalahan Jerman sepenuhnya.
Di Pasifik, Jepang mencoba menguasai Port Moresby di Papua Nugini. Ini berujung pada Pertempuran Laut Koral pada 4 Mei 1942, dimana USS Lengixton menjadi tumbal untuk menghentikan serangan Jepang. Namun tujuan utama Jepang yaitu menghancurkan AL Amerika masih belum berhasil. Karena itu, sebulan kemudian Pertempuran Midway yang terkenal itu pecah. Berharap mengulang kejayaan mereka di Pearl Harbor, Jepang menyerang dengan percaya diri. Naas, kode penyerangan telah dipecahkan oleh Amerika. Jepang kehilangan 4 kapal induknya, mengurangi kemampuan AL Jepang secara drastis. Inilah titik balik pertempuran Pasifik.
Pada Januari 1943 Soviet menjalankan beberapa operasi di Eropa Timur, membebaskan kota Kharkov di Ukraina namun membuat pasukan Soviet menyebar terlalu luas. Saat itulah Generalfeldmarschall Erich von Manstein memanfaatkan kelemahan Soviet untuk merebut kembali kota Kharkov dalam Pertempuran Kharkov Ketiga. Pasukan Soviet lima kali lebih banyak, tapi dalam kenyataan begitu tersebar hingga yang terjadi ialah sebaliknya. Setiap kedua pihak bertemu, pasukan Manstein mengalahkan jumlah pasukan Soviet dengan rasio 7:1. Serangan ini menghancurkan ujung utama pasukan Soviet untuk sementara.
Serangan ini dilanjutkan dengan Unternehmen Zitadelle (Operasi Citadel) atau yang terkenal dengan Pertempuran Kursk. Para petinggi militer Jerman berharap penuh pada operasi ini sebab Wehrmacht sedang dalam kekuatan puncaknya sejak awal perang dan mulai turunnya tank baru Jerman seperti Tiger, Panther, dan Ferdinand. Secara total, Jerman memiliki 940.000 tentara, 3.200 tank, 10.000 meriam dan mortar, hingga 2.100 pesawat. Di sisi lain, Soviet yakin dengan mengalahkan Jerman di Kursk, akan menghancurkan moral Jerman dan akan lebih mudah lagi untuk menggulung pasukan Jerman. Soviet memiliki pasukan yang sangat besar sejumlah 2.500.000 tentara, 7.300 tank, 47.400 meriam dan mortar, juga 3.500 pesawat. Pertempuran ini akan menjadi salah satu pertempuran paling berdarah di PD2 dengan korban tewas hingga 380.000 orang di kedua belah pihak. Meski Soviet memiliki korban jauh lebih besar, mereka dapat dengan mudah menggantinya. Ini berbeda dengan Jerman yang sedang bersusah payah membangun pasukannya ditengah gencarnya pengeboman stategis sekutu pada pertengahan 1943 hingga akhir perang.
Pasukan Sekutu berhasil mengalahkan Jepang di Guadalcanal pada awal 1943 dan menghancurkan mitos bahwa Jepang selalu menang di darat. Jepang sempat berusaha merebut kembali Guadalcanal tetapi tidak berhasil. Suksesnya operasi ini membuat pasukan Jepang di Rabaul terancam terisolasi dan kehilangan pegangan di Pasifik Tenggara untuk selamanya. AL Jepang berkali-kali hancur dalam pertempuran berikutnya. Hingga pada Pertempuran Laut Philipina AL Jepang mampu membangun kembali armada lautnya, namun sudah kehilangan terlalu banyak pilot dan pelaut yang berpengalaman. Lagi-lagi sekutu mencetak skor kemenangan. Kamikaze memperparah segalanya bagi Jepang. Pada akhir 1944 semuanya sudah terlihat jelas bagi Jepang bahwa mereka akan kalah.
Hal yang serupa terjadi di Eropa. Jerman yang telah terjatuh tak mampu bangkit kembali. Dengan Operasi Bagration di Front Timur dan Operasi Overlord di Front Barat, sekutu mengunci nasib Jerman. Kejayaan U-boat di Atlantik pun sirna setelah 1943. Sekutu dengan mudah menggulung pasukan Jerman meski pada akhir 1944 Jerman melancarkan serangan yang cukup mengejutkan pasukan Sekutu di Front Barat. Di Front Timur, Soviet maju tanpa kendala berarti setelah menghancurkan pasukan Jerman berkali-kali. Pertahanan terakhir Jerman di Front Timur, perbukitan Seelow, dihancurkan dengan mudah oleh pasukan Soviet yang masif. Pada 30 April 1945, Adolf Hitler bunuh diri bersama istrinya, Eva Braun. Jerman akhirnya menyerah pada 9 Mei 1945, mengakhiri perang di Eropa.
Di Pasifik, Jepang yang depresi mencoba menunda kekalahan dengan gigih, seperti pada Pertempuran Iwo Jima dan Okinawa. Pertempuran Okinawa adalah pertaruhan terakhir Jepang. Jika Okinawa jatuh, maka pulau utama Jepang dalam ancaman invasi sekutu. Dan pada akhirnya, Okinawa jatuh ke tangan sekutu, dengan harga yang mahal. Salah satu pertempuran paling berdarah di Pasifik ini memakan korban 110.000 korban tewas. Ini menjadi pertimbangan ulang sekutu untuk menginvasi pulau utama Jepang dengan Operasi Downfall, yang mana akhirnya lebih memilih menjatuhkan 2 bom atom di Hiroshima pada tanggal 6 Agustus 1945 dan Nagasaki 9 Agustus 1945. Jepang menyerah pada 15 Agustus dan konflik paling berdarah dalam sejarah umat manusia akhirnya selesai.
Demikian prolog dari WW2 : Insight series, semoga sobat Ge-No puas atas apa yang saya persembahkan di sini. Terimakasih, nantikan seri WW2 : Insight berikutnya !
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Seperti yang kita ketahui, Perang Dunia Kedua adalah perang terbesar di dunia hingga saat ini, melibatkan puluhan negara di hampir seluruh benua, terutama di Asia Pasifik dan Eropa. Perang kolosal ini mengakibatkan jatuhnya puluhan juta jiwa dari 100 juta orang yang terlibat -meski masih diperdebatkan jumlah tepatnya- dan perubahan kekuatan di Eropa dan Asia Pasifik. Skala pertempuran dan kehancuran yang masif menjadi ciri khas nya, dengan 2 sisi yaitu Sekutu dan Poros.
Sebelum bisa masuk ke dalam PD2, kita harus membahas Perang Sipil Spanyol, yang "disponsori" 2 negara besar yang terlibat dalam PD2, Jerman dan Uni Soviet. Jerman yang mendukung kubu pemberontak Nasionalis yang dipimpin Jenderal Francisco Franco melawan kubu Republik yang didukung Uni Soviet, yang dimulai pada tahun 1936 dan berakhir pada 1939, dimenangkan oleh kubu Nasionalis. Jerman yang menyadari bahwa Inggris dan Perancis tidak akan mengintervensi memanfaatkan perang itu sebagai medan latihan militer mereka, yang membuat pasukan Jerman adalah pasukan yang paling terlatih dan modern pada saat itu.
![]() |
| Situasi di Eropa pada September 1939. Sumber : wikipedia.com |
Kembali ke depan, sebenarnya Kekaisaran Jepang sudah memulai perang dengan Republik China pada tahun 1937, namun secara umum perang dimulai sejak 1 September 1939 saat Jerman menginvasi Polandia dengan Fall Weiss (Kasus Putih), yang dilanjutkan deklarasi perang oleh Inggris dan Perancis dua hari kemudian. 17 September 1939 Uni Soviet menginvasi Polandia. Polandia menghilang dari peta dunia. 30 November, Perang Musim Dingin antara Finlandia dan Uni Soviet dimulai. Invasi Uni Soviet berhasil dipatahkan oleh tentara Finlandia yang memiliki peralatan terbatas.
| Fall Gelb pada Mei 1940. Sumber : wikipedia.com |
9 April 1940, invasi Jerman ke Norwegia dan Denmark dimulai. Operasi ini dimenangkan oleh Jerman hanya dalam waktu 2 bulan di Norwegia, dan 6 jam di Denmark. 10 Mei, Operasi Fall Gelb (Kasus Kuning) berlangsung. Pertahanan Maginot Line yang dibangun dengan susah payah oleh Perancis dan pasukan gabungan Perancis dan Inggris seakan tidak berguna melawan Jerman ketika pasukan tank mereka menembus hutan Ardennes dan memotong pasukan Sekutu. Setelah itu Operasi Fall Rot (Kasus Merah) diluncurkan. Tak lama kemudian Paris sudah dalam genggaman Jerman. Inggris menjadi benteng terakhir Sekutu di front barat.
10 Juni, pertempuran membara di langit Inggris. RAF melawan Luftwaffe. Inggris berhasil menghalau serangan udara Jerman dan mengamankan langitnya, setidaknya hingga rudal V-1 dan V-2 menyerbu. 28 Oktober, Italia menginvasi Yunani melalui Albania (kerajaan yang di serang Italia sebelumnya pada April 1939) namun mengalami kegagalan hingga Jerman harus turun tangan untuk membantu. Operasi yang dibantu oleh Bulgaria ini berujung kesuksesan bagi Poros.
Beralih ke Afrika, pada 9 September Italia melancarkan serangan kepada pasukan Inggris di Mesir. Operasi ini tidak begitu membuahkan hasil. Sebaliknya, dalam Operasi Kompas pada Desember 1940 pasukan Persemakmuran justru berhasil menghancurkan Balatentara Ke-10 Italia yang membuat Adolf Hitler mengirimkan Afrika Korps yang dipimpin oleh Generalfeldmarschall Erwin Romel "Sang Rubah Gurun", membuat nafas Italia sedikit lebih lega. Selama 2 tahun setelahnya, terdapat beberapa pertempuran yang menegangkan, namun semua itu tak sebanding dengan Pertempuran El Alamein Kedua yang merupakan titik balik Front Afrika dan mengakhiri inisiatif perang Poros. Semuanya berakhir ketika pasukan Poros yang terkepung di Tunisia menyerah pada 13 Mei 1943.
| Operasi Barbarossa. Sumber : wikipedia.com |
Kembali ke Eropa, kita akan membicarakan invasi terbesar dalam sejarah umat manusia, Unternehmen Barbarossa (Operasi Barbarossa). 3.8 juta prajurit, 3.350 tank, 2.770 pesawat, dan 7.200 buah artileri dikerahkan Jerman dalam operasi yang melanggar pakta non agresi ini. Dalam waktu beberapa bulan saja semenjak 22 Juni 1941, pasukan Jerman hanya berjarak beberapa puluh kilometer saja dari Moskow, ibukota Uni Soviet. Meski begitu, pasukan Jerman sudah terlambat. Soviet berhasil mengumpulkan pasukan dan telah menyiapkan pertahanan berlapis. Musim dingin yang ganas akan tiba, yang akan menghentikan serangan Jerman, untuk sementara.
![]() |
| Rute perjalanan AL Jepang pada penyerangan Pearl Harbor. Sumber : wikipedia.com |
![]() |
| Serangan Pearl Harbor oleh AL Jepang. Sumber : U.S. Navy photograph |
7 Desember 1941, Angkatan Laut Jepang menyerang Pearl Harbor tanpa deklarasi perang. Ribuan prajurit Amerika yang tidak siap gugur saat menghadapi armada Jepang. Rakyat Amerika dilanda amarah, Amerika masuk ke dalam perang dan usaha Poros untuk menang menjadi jauh lebih sulit. Selain menyerang Pearl Harbor, Jepang juga menginvasi Asia Tenggara. Pada 15 Februari 1942, pasukan Inggris di Singapura menyerah pada Jepang. Dan pada 9 Maret, Belanda menyerah tanpa syarat pada Jepang dalam Perjanjian Linggarjati.
![]() |
| Fall Blau pada Juni 1942. Sumber : wikipedia.com |
![]() |
| Sumber : wikipedia.com |
![]() |
| Serangan balasan Jerman pada awal 1943. Sumber : wikipedia.com |
![]() |
| Pertempuran Kursk. Sumber : wikipedia.com |
![]() |
| Tank Tiger I di Kursk. Sumber : Bundesarchiv |
Serangan ini dilanjutkan dengan Unternehmen Zitadelle (Operasi Citadel) atau yang terkenal dengan Pertempuran Kursk. Para petinggi militer Jerman berharap penuh pada operasi ini sebab Wehrmacht sedang dalam kekuatan puncaknya sejak awal perang dan mulai turunnya tank baru Jerman seperti Tiger, Panther, dan Ferdinand. Secara total, Jerman memiliki 940.000 tentara, 3.200 tank, 10.000 meriam dan mortar, hingga 2.100 pesawat. Di sisi lain, Soviet yakin dengan mengalahkan Jerman di Kursk, akan menghancurkan moral Jerman dan akan lebih mudah lagi untuk menggulung pasukan Jerman. Soviet memiliki pasukan yang sangat besar sejumlah 2.500.000 tentara, 7.300 tank, 47.400 meriam dan mortar, juga 3.500 pesawat. Pertempuran ini akan menjadi salah satu pertempuran paling berdarah di PD2 dengan korban tewas hingga 380.000 orang di kedua belah pihak. Meski Soviet memiliki korban jauh lebih besar, mereka dapat dengan mudah menggantinya. Ini berbeda dengan Jerman yang sedang bersusah payah membangun pasukannya ditengah gencarnya pengeboman stategis sekutu pada pertengahan 1943 hingga akhir perang.
![]() |
| Pertempuran Laut Philipina. Sumber : wikipedia.com |
Hal yang serupa terjadi di Eropa. Jerman yang telah terjatuh tak mampu bangkit kembali. Dengan Operasi Bagration di Front Timur dan Operasi Overlord di Front Barat, sekutu mengunci nasib Jerman. Kejayaan U-boat di Atlantik pun sirna setelah 1943. Sekutu dengan mudah menggulung pasukan Jerman meski pada akhir 1944 Jerman melancarkan serangan yang cukup mengejutkan pasukan Sekutu di Front Barat. Di Front Timur, Soviet maju tanpa kendala berarti setelah menghancurkan pasukan Jerman berkali-kali. Pertahanan terakhir Jerman di Front Timur, perbukitan Seelow, dihancurkan dengan mudah oleh pasukan Soviet yang masif. Pada 30 April 1945, Adolf Hitler bunuh diri bersama istrinya, Eva Braun. Jerman akhirnya menyerah pada 9 Mei 1945, mengakhiri perang di Eropa.
![]() |
| Pasukan Amerika yang bertemu dengan pasukan Soviet di Torgau, Jerman. Sumber : U.S. National Archives and Records Administration |
![]() |
| Poster U.S. Army setelah menyerahnya Jerman dan Italia. |
Demikian prolog dari WW2 : Insight series, semoga sobat Ge-No puas atas apa yang saya persembahkan di sini. Terimakasih, nantikan seri WW2 : Insight berikutnya !
Wassalamualaikum Wr. Wb.












